STUDI
KASUS
1. Judul
:Pemberian Tandan Kosong Dipiringan Memicu Perkembangan Hama Oryctes
2. Inventarisasi
masalah :
a. Tata
letak tangkos
b. Linkungan
kebun memicu perkembangan hama oryctes
c. Pengendalian
hama oryctes dilakukan hanya pada saat memasuki fase dewasa
3. Penyelesaian
masalah:
Peletakan
tangkos yang tidak tepat seperti pada contoh beberapa tempat tangkos diletakan
bertumpuk. Tumpukan tangkos tersebut menjadi media yang tepat bagi perkembangan
larva hama oryctes.
Tangkos yang terdapat
kandungan bahan organik menyediakan makanan bagi larva untuk
berkembang.perkembangan larva juga ditunjang oleh lingkungan dimana terdapat
suhu, kelembapan, dan cahaya. pemaparana
diatas menunjukkan pentingnya pengendalian oryctes sejak dini yaitu pada fase
larva.
Pengendalian pada
fase larva memiliki keuntungan yang lebih efektif dibandingkan pengendalian
oryctes dewasa. Berikut beberapa cara yang dilakukan dalam pengendalian oryctes
pada fase larva: (1) meletakkan tandan kosong tidak bertumpuk agar sirkulassi
udara tidak terhambat, sehingga faktor suhu dan kelembapan dapat terjaga.(2)
merawat lingkungan perkebunana agar tetap terjaga sehingga faktor cahaya dan
angin tidak terhambat. Diketahui bahwa larva oryctes berkembang lebih cepat
bila kondisi dalam kebun lebih gelap.(3) pemasangan veramon pada lahan tanaman
kelapa sawit mengeluarkan aroma yang dibawa oleh angin untuk mempengaruhi atau
menarik ke kumbang jantan dan betina untuk melakukan perkawinan setelah hama
oryctes yang mendekat veramon akan terjebak di jaring selanjutnya petugas
melakukan pemungutan oryctes secara manual.
Komentar
Posting Komentar